Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Aripin Gandi Marbun

Photo AlbumMy album photos
With TH
17 Photos, 1 comment
Family and TH
20 Photos, 1 comment
MY photo
5 Photos
SIdikalang
10 Photos, 1 comment

   View All
.
HomeSyaloomSep 7, 2007
Damai sejahtera dari Allah Bapa di sorga.
Pujilah Dia dengan segenap hatimu.


  Ku tahu tanganMu Tuhan, tak kurang panjang menggapai tanganku beri pertolongan Dan telingaMu Tuhan, tak kurang tajam mendengar seruan doa dan permohonan ku.
.
MusicMusicJan 16, 2008
.
Blog EntryMy DiaryJan 4, 2012
Selamat datang tahun 2012....
semoga di tahun ini semakin sukses dan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.
Terima kasih Tuhan....

Previous blog entries:
Dec 28-Selamat Natal dan Tahun Baru 2011
Dec 14-TS
Mar 24-KASIH YESUS
Arifin's favorite blog entries:
Aug 11-SAAT TEDUH
Jun 28-syaloom
Apr 11-SATE 2
Apr 11-SATE
Feb 5-TRUE WORSHIPPERS - Captivated (complete album)
   View All
.....
..
NoteGuestbook
   
bodychem20 wrote on Sep 18, '11
arigandi wrote on Nov 26, '08
PT indonesia Power tempat ku berkarya
Majulah selama-lamanya
GBU
arigandi wrote on Nov 26, '08
kepada : Saudara-saudari



Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.

"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. "Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, "Bagaimana rasanya?".

"Segar.", sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi. "Tidak", jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. "Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.

"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. "Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan "segenggam garam", untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.











Arifin M
Alumni Energi '03

Selamat Melayani ya adek-adek ku.
Tuhan Yesus Memberkati.
arigandi wrote on Nov 26, '08
Salam sejahtera
arigandi wrote on Sep 5, '08
Selamat buat ompu i Ephorus HKBP 2008-2013 Pdt. DR. Bonar Napitupulu, kiranya menjadi pimpinan HKBP yang melayani, bukan dilayani. Horas...
olrait wrote on May 15, '08
hi..
lam kenal ya 'ri
arigandi wrote on Apr 20, '08
halo
nasionalisme wrote on Apr 16, '08
Horas.....
iancapri wrote on Apr 13, '08
hai....
u ganteng ya....
....
.